Tips Mengatasi Masalah Finansial Sebelum Usia Menikah!

Pernikahan memang akan menjadi mimpi bagi semua orang. Bagaimana tidak, pernikahan akan menjadikan Anda memiliki pasangan hidup yang berjanji untuk menerima kekurangan beserta kelebihan. Namun pada faktanya, banyak pasangan yang akhirnya memutuskan jalan berpisah hanya dikarenakan faktor finansial. Jangan sampai faktor finansial menjadi pengganggu bagi mahligai rumah tangga Anda juga. Sebelum melangsungkan pernikahan, ada baiknya Anda memperhatikan berbagai permasalahan finansial, sehingga setelah menikah tidak ada permasalahan yang berarti.

4 Cara Mengatasi Kemelut Finansial yang Tepat

Meskipun permasalahan finansial sering terjadi, namun bukan berarti Anda tidak dapat mengatasinya. Jika pernikahan Anda direncanakan sematang mungkin, pasti permasalahan finansial dapat segera dihindari. Berikut terdapat informasi penting tentang bagaimana caranya pernikahan Anda bahagia dan tidak memikirkan masalah finansial. Anda wajib melakukannya sebelum pernikahan dilakukan:

  • Saling terbuka terkait aset dan utang

Sikap saling terbuka untuk soal perasaan mungkin akan lebih mudah dilakukan daripada harus terbuka soal aset beserta hutang. Pasalnya jika menyangkut tentang finansial, masing-masing orang akan merasa malu dan akhirnya berusaha untuk menutupnya rapat-rapat. Namun karena Anda akan menikah, akan menjalani kehidupan bersama, hendaknya saling terbuka saja. Ketika pasangan sudah mengerti keadaan asli terkait finansial Anda sebelum menikah, maka mereka akan lebih menerima ketika sudah menikah nanti.

  • List hal-hal yang akan diprioritaskan

Sebelum menikah Anda harus menuliskan atau memikirkan apa saja hal yang akan menjadi prioritas Anda setelah menikah. Pasalnya kebutuhan akan uang sangatlah banyak, sehingga jika tidak ada kata prioritas, semua hal akan dianggap penting dan uang akhirnya habis tak terkontrol. Untuk itu Anda perlu membicarakan kepada pasangan, tentang apa saja hal yang seharusnya diprioritaskan ketika sudah menikah nanti. Dengan begitu kehidupan Anda akan lebih tertata dan finansial akan aman.

  • Tentukan pihak yang akan bertanggungjawab

Dalam masalah uang memang harus ada yang bertanggungjawab, terutama ketika sudah menjalani kehidupan sebagai pasangan suami dan istri. Ketika menikah pasti ada tanggungan yang harus dibayarkan secara rutin, contohnya membayar tagihan listrik, tagihan PDAM, tagihan kredit dan sebagainya. Anda harus membicarakan dengan pasangan, siapa yang akan bertanggungjawab dari masing-masing tagihan tersebut. Dengan demikian tanggungan akan terbayar tepat waktu.

  • Lunasi segala cicilan sesegera mungkin

Tidak dapat dipungkiri, setiap pasangan yang baru menikah pasti memiliki cukup banyak tagihan, salah satunya KPR. Agar finansial Anda tetap aman, cobalah untuk berfokus melunasi cicilan KPR. Jangan biarkan cicilan terlalu lama, karena jika terlalu lama maka itu artinya bunga yang harus Anda bayarkan pasti semakin banyak jumlahnya. Hal tersebut hanya akan membuang jumlah uang simpanan Anda dan pasangan.

2 Macam Kebutuhan Finansial Paling Penting  Ketika Berkeluarga

Telah kami rangkum, setelah menikah ternyata ada dua jenis kebutuhan finansial yang harus diperhatikan. Pertama, kebutuhan pendidikan anak. Pendidikan adalah aspek terpenting ketika sudah berkeluarga dan memiliki anak. Tidak ada orang tua yang ingin memiliki anak dengan kualitas pendidikan rendah. Oleh sebab itu para orang tua akan berusaha mengumpulkan uang agar anak dapat mengenyam pendidikan sampai tingkat yang  tinggi.

Kemudian setelah kebutuhan finansial untuk pendidikan, finansial kesehatan juga perlu dipikirkan. Setiap orang tentu akan mengalami sakit, mulai dari sakit yang ringan sampai dengan yang parah. Jadi sebagai orang tua, Anda harus dapat mempersiapkan keperluan finansial khusus kesehatan. Sehingga ketika ada anggota keluarga sakit, biaya dapat ditanggung dengan mudah.